SISTEM ORBIT


A.    Pengertian Sistem Orbit
Sistem adalah tatanan. sedangkan orbit adalah suatu lintasan yang dilalui oleh suatu pusat massa satelit atau benda lain diruang angkasa yang dipengaruhi oleh gaya-gaya alamiah terutama gravitasi, dan yang mempunyai kedudukan tertentu relatif terhadap suatu pedoman yang ditetapkan.[1] Dalam Fisika, suatu orbit adalah jalan yang dilalui objek, di sekitar objek lainnya yang dipengaruhi gaya-gaya tertentu.
                Tata surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan satelit-satelit alami. Tata surya dipercaya terbentuk semenjak 4,6 milyar tahun yang lalu dan merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya.
Tata surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6 x 1017 km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Tata surya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu 225–250 juta tahun untuk untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20–25 kali dari semenjak terbentuk.
Tata surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya, ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam. Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukan planet berbanding kedudukan matahari berubah mengikut kedudukan planet di orbit.
Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya. Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara grafvitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.[2]

HUKUM NEWTON I
HUKUM NEWTON I disebut juga hukum kelembaman (Inersia). Sifat lembab benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
DEFINISI HUKUM NEWTON I : Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
S F = 0   a = 0 karena v=0 (diam), atau v= konstan (GLB)

HUKUM NEWTON II
(a = F/m S F = m a). S F = jumlah gaya-gaya pada benda, m = massa benda, a = percepatan benda. Rumus ini sangat penting karena pada hampir semna persoalan gerak {mendatar/translasi (GLBB) dan melingkar (GMB/GMBB)} yang berhubungan dengan percepatan den massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.

HUKUM NEWTON III
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. Perlu diperhatikan bahwa kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.
N dan T1 = aksi reaksi (bekerja pada dua benda)
T2 dan W = bukan aksi reaksi (bekerja pada tiga benda)
Jenis-jenis orbit satelit:[3]
1.  orbit prograde dan orbit retrograde
 Orbit prograde merupakan orbit yang inklinasi orbitnya lebih kecil dari pada 90o yaitu 0o < I < 90o
2.  Orbit Polar
Orbit polar mempunyai inklinasi sebesar 90o. pada umumnya satelit yang menggunakan system ini adalah satelit inderaja dan satelit cuaca
3.  Orbit Geostationer
 Orbit geostationer merupakan orbit dari satelit dimana satelit mengelilingi bumi dengan kecepatan dan arah yang sama dengan keceopatan dan arah rotasi bumi.
4.  Orbit Sun-Sincronous
Sun-sincronous merupakan orbit satelit yang mensinkronkan pergerakan satelit dalam orbit, presisi bidang orbit, dan pergerakan bumi mengelilingi matahari, sedemikian rupa sehingga satellite tersebut akan melewati lokasi tertentu di permukaan bumi selalu pada waktu local.

III. Penutup 
Demikian makalah sistem orbit yang dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian dengan segala kekurangan dan kesalahannya. Maka kami selaku penulis bebas meminta maaf yang sebesar-besarnya. Atas perhatian dan koreksinya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Semoga bermanfaat bagi kita semua dan memudahkan sekaligus menambah pengetahuan kita dalam hal sistem orbit khususnya.

DAFTAR PUSTAKA 
Dawanas, Djoni, Dasar-Dasar Astronomi Bola, Bandung: ITB, 1996.
Tjasyono, Bayong, Ilmu Kebumian dan Antariksa, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya,2006.
Rachmadie, Sabrony, dkk. Ilmu Pengetahuan Populer, Jakarta: Prima Printing, 2005, edisi 13.
Simamora, P., Ilmu Falak (Kosmografi), Jakarta: Pejuang Bangsa, 1980

Comentários:

Poskan Komentar

 
*DOKUMENTASI FALAK* © Copyright 2012 | Designed by Zaenury |