Esensialitas Prodi Falak


            Pembahasan ini berawal dari munculnya isu-isu rencana perubahan IAIN Walisongo ke UIN Walisongo yang telah disepakati perubahannya pada tahun 2012 yang akan datang. Tentunya berubahnya nama IAIN menjadi UIN akan menjadi pertanyaan tersendiri di benak pikiran mahasiswa konsentrasi ilmu falak itu sendiri, sehingga substansi majalah zenith kali ini cenderung lebih membahas tentang lmu falak yang di dalamnya tentunya juga mencakup ilmu astronomi. Dalam dunia akademisi keduanya menjadi bidang ilmu yang terpisahkan. Sama halnya dengan astronomi, yang merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari dan ilmu langka. Stressing Ilmu falak memang terlihat lebih cenderung kepada hal yang berbau religiusitas.
Masyarakat boleh saja melihat hal yang demikian dengan sebelah mata sehingga mengasumsikannya kurang menarik, bahkan tidak bisa dijadikan sebagai prospek ke depan. Padahal ilmu kedokteran lebih sulit dari yang dibayangkan, tetapi sangat dikejar-kejar karena memiliki prospek yang cerah, Paradigma yang sungguh ironis.
Tetapi, seandainya kita mau coba menilik sedikit saja, ilmu falak sebenarnya merupakan ilmu yang kompleks, yang tidak hanya dari segi agama, bahkan dari segi sosial, politik, hukum, mungkin juga dari segi ekonomi. Banyak hal yang bisa dikaji dalam ilmu ini. Ilmu ini bisa mencakup ilmu-ilmu yang dalam pandangan masyarakat lebih prospektif, seperti matematika, fisika, geografi, geodesi, astronomi, komputer, pemograman dan lain-lain.
Dunia akademik dan dunia pesantren adalah salah satu yang sarana terciptanya prospek bagi sarjana falak. Kurangnya para ahli dalam bidang ini mengharuskan pendidikan tinggi melahirkan sarjana khusus dalam bidang ini. Untuk saat ini, fakultas syari’ah juga ikut andil memberikan peluang bagi sarjana. Sehingga kolaborasi antara ilmu hukum dan ilmu falak menjadi sebuah pencerahan terhadap sarjana untuk melangkah dengan optimis.

Comentários:

Poskan Komentar

 
*DOKUMENTASI FALAK* © Copyright 2012 | Designed by Zaenury |