Benda-Benda Langit


Apakah yang kita lihat, bilamana kita menengadah kelangit pada suatu malam yang terang ? Sebagian besar langit malam yang gelap itu ditebari oleh titik-titik cahaya yang berkelap-kelip dan bertaburan di angkasa, yang kita sebut bintang. Mungkin bulan juga berada di langit, entah sebagai bulan sabit ataupun sebagai bulan purnama.
Sejak zaman dahulu bintang-bintang yang  bertaburan itu dijadikan sebagai penunjuk arah oleh nenek moyang kita jika mereka berada di laut. Selain itu para petani juga menjadikan bintang sebagai pedoman untuk menentukan kapan mereka mulai menanami ladang mereka. Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata.[1]
Bintang Semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Sebaliknya
Bintang Nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Titik cahaya yang paling terang mungkin planet Venus, sedangkan yang kemerah-merahan adalah planet Mars. Kecuali beberapa planet lainnya, semua titik cahaya lainnya adalah bintang.
Kadang-kadang kita dapat melihat sebuah pita kabur yang berpijar di seberang langit di atas kepala bila langit bersih dan cukup gelap. Pita itu tersusun dari bintang-bintang yang terlalu jauh atau terlalu kecil untuk dilihat sebagai titik-titik cahaya yang terpisah. Pita ini dikenal sebagai Bima Sakti.
Bila kita membahas lebih dalam tentang langit, maka akan muncul berbagai pertanyaan dalam benak kita; “Bagaimanakah keadaan sebenarnya di langit sana ? Apakah  bintang itu dan berapa jauhnya ? bagaimana asal muasalnya ? dan apakah akan terus menerus bercahaya ?.” Tetapi pada kesempatan kali ini kami akan membahas lebih rinci, hal-hal yang berkaitan dengan objek benda langit.
Mungkin anda selaku mahasiswa santri berprestasi akan memulai memahami kajian ini, dengan sekedar mengamati langit malam selama waktu tertentu. Setelah beberapa waktu, anda akan mulai memahami bahwa rupanya bintang-bintang yang lebih terang membentuk beberapa pola di langit. Anda akan teringat pada pola-pola ini bilamana anda melihatnya kembali. Bagaimanapun juga, itulah yang dilakukan oleh para pengamat bintang dahulu. Mereka menyelidiki pola-pola bintang itu dan menamakannya menurut nama dewa dan pahlawan, atau binatang dan benda-benda yang dikenal. Mereka menyebut pola bintang ini rasi (peta) binatang, atau konstalasi (dari kata latin, comstella).
Nama-nama yang diberikan kepada rasi bintang pada zaman kuno itu hingga sekarang masih digunakan ; Scorpius, Leo, Orion, dan lain-lain, beserta 85 rasi bintang lainnya. Sebagian besar rasi bintang itu tidak menyerupai tokoh mitos yang telah melekat pada namanya, paling tidak, menurut penglihatan kita. Akan tetapi nama-nama itu sampai sekarang pun masih berguna untuk mempelajari penjelajahan kita di langit malam.

Pembahasan                                                                                                 
   Berbicara tentang objek/benda-benda langit, maka tidak lepas dari istilah alam semesta. Sedangkan pengertian dari alam semesta mencakup tentang mikrosmos, yakni benda-benda yang berukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya, sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi.
   Ditemukannya beraneka ragam pesan,  maupun cahaya dari benda-benda langit yang sampai di bumi, maka timbullah beberapa teori yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam semesta.
Teori tersebut dikelompokkan menjadi :
             I.      Teori keadaan tetap (steady-State theory)
   Adapun substansi dari teori ini ditunjangi oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan jumlah galaksi yang lama. Dengan demikian teori ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh menjadi tua, dan akhirnya mati. Jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya.[2] 
          II.      Teori Dentuman Besar (Big-Bang theory)
Teori ini berlandaskan dari asumsi massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan nebat. Massa-massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan.
   Jika kita pandangi luasnya langit, maka banyak hal yang dapat kita lihat, banyak keajaiban dan kekuasaan Allah di sana. Bahkan tidak menutup kemungkinan yang tidak dapat kita ketahui jauh lebih banyak. Sebagaimana pengamatan yang dilakukan oleh para Astronom, yang menujukkan bahwa di alam semesta terdapat bintang-bintang yang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa suatu kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain (cluster) dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk matahari kita, yang selanjutnya disebut galaksi. Galaksi itu ternyata bukan hanya satu, tetapi beribu-ribu jumlahnya. Galaksi dimana bumi kita berinduk diberi nama Milky Way atau Bhima Sakti.[3]
Pada pembahasan makalah terdahulu, sedikitnya telah disinggung hal-hal yang berkaitan dengan langit, bahwa langit bukanlah ruangan kosong tanpa isi, tempat-tempat kosong diantara bintang-bintang sebenarnya penuh dengan perantara ajaib, karena kekuasaan manusia tidak mampu menghitungnya. Di bawah ini disebutkan beberapa benda yang mengisi langit antara lain :

A.    Bintang
   Bintang adalah benda luar angkasa yang memancarkan cahaya dan memiliki ukuran besar, sekaligus sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya, seperti Merkurius, Venus, Mars, Bumi dan seterusnya.
 Matahari kita terletak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Istilah tahun cahaya ini menggambarkan jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun.  Dalam satu detik cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km. jadi, dalam satu tahun cahaya dapat menempuh jarak 9,5 triliun km.[4] Matahari adalah salah satu bintang diantara 200 milyar bintang anggota galaksi bima sakti. Bintang-bintang anggota galaksi bima sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang yang lain, yaitu sekitar 4 sampai 10 tahun cahaya. Aastronom modern sudah dapat menghitung beberapa perincian. Pada tahun 1917, Shapley telah mengatakan bahwa jarak antara matahari dan pusat galaksi adalah 10 kiloparses, ini berarti dalam kilo meter anagka 3 ditambah dengan 17 nol. Untuk mengelilingi dirinya sendiri, galaksi dan matahari memerlukan waktu 250 miliun tahun dan dalam gerak ini matahari bergeser dengan kecepatan 250 km/detik.[5] Adapun bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri yang berjarak 4,23 tahun cahaya.[6]

B.     Planet
   Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri, namun dapat memantulkan cahaya. Hingga kini dikenal 9 planet sebagai anggota tata surya :
1)      Merkurius
      Adalah planet yang paling dekat dengan matahari. Jarak rata-rata merkurius-matahari sekitar 0,39 SA (1 SA =150 juta km). Karena eksentrisitas orbit besar yaitu 0,206 maka jarak merkurius-matahari bervariasi cukup besar. Besar aphelion (jarak terjauh) dan perihelion (jarak terdekat) adalah 22 Juta km. Periode revolusi merkurius 88 hari dan periode rotasinya 59 hari. Suhu permukaan merkurius pada bagian yang terang adalah 5.00 derajat celcius,[7]ada juga yang mengatakan 410 derajat celcius (770 fahrenheit),[8] sedangkan suhu di tempat lainnya adalah 200 derajat celcius di bawah nol derajat.


2)      Venus
Adalah benda langit yang terang setelah matahari dan bulan. Orbit venus mendekati lingkaran dengan eksentrisitasnya 0,007. Massa planet venus mencapai 0.81 kali bumi. Ketebalannya sekitar 0,39 kali bumi. Periode revolusinya 225 hari. Jarak venus ke matahari 0,72 SA atau 108 juta km. Diameter venus sekitar 7.700 mil, sedangkan diameter bumi adalah 7.907 mil[9]. Dari analisis spektrum cahaya, atmosfer venus mengandung sebagian besar gas karbondioksida 98% sedang sisanya adalah uap air, oksigen yang sangat sedikit dan tidak ada hidrogen[10]. Venus disebut juga bintang timur atau bintang senja, karena planet ini dapat dilihat di langit sebelum terbit dan terbenamnya matahari.

3)      Bumi
Jarak rata-rata bumi ke matahari sekitar 150 juta km. Eksentrisitas orbit bumi = 0,017, artinya garis edar bumi mendekati lingkaran. Periode revolusi bumi = 365,3 hari disebut tahun siderik dan periode rotasinya = 23 jam 56 menit yang disebut hari siderik. Densitas (massa jenis) bumi adalah 5,52 gram/cm kubik, merupakan benda yang paling padat dalam tata surya. Bentuk bumi mendekati bulatan (sphere) atau lebih tepat bentuk bumi adalah dempak (spheroid) dengan jari-jari ekuator = 6378,4 km dan jari-jari kutub = 6356,9 km. jari-jari = 6371 km.[11]

4)      Mars 
Para ilmuan astronomi menyebut mars sebagai planet merah, karena tampilan warna merah jingga yang membedakannya dengan planet lainnya. Istilah mars berasal dari nama dewa perang Mars.[12] Radius Mars dari matahari sekitar 142 juta mil. Jarak rata-rata planet mars ke matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta km. Eksentrisitas orbit mars adalah 0,093, dan periode revolusinya 687 hari dan kala rotasinya 24 jam 37 menit 23 detik. Planet mars berbentuk dempak pada kutub-kutubnya seperti halnya bumi. Mars mempunyai dua satelit yaitu Phobos dengan jari-jari orbit 9.370 km dan Deimos atau satelit luar dengan jari-jari orbit 23.500 km.

5)      Jupiter
Jupiter berjarak rata-rata 5,2 satuan astronomi atau 780 juta km dari matahari. Eksentrisitas orbit Jupiter adalah 0,048. Periode revolusinya 11,86 tahun. Sistem Jupiter mempunyai 12 satelit, tetapi menurut data sampai tahun 1992, Jupiter dikelilingi oleh 17 buah satelit. 4 buah satelitnya yang berukuran besar diberi nama ; Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Planet Jupiter berputar pada sumbunya, dengan periode rotasi 9 jam 50 menit artinya planet ini berputar sangat cepat. Jupiter juga disebut planet raksasa, karena planet ini yang paling besar dalam tata surya.


6)      Saturnus
Adalah planet yang sangat indah, berjarak rata-rata 9,5 satuan astronomi atau 1,425 juta km dari matahari. Beda jarak antara aphelion dan perihelion adalah 160 juta km. perbedaan jarak ini disebabkan oleh eksentrisitas orbit saturnus adalah 0.056, periode rotasinya 10 jam 2 menit dan periode revolusinya 29,5 tahun. Jarak saturnus ke bumi bervariasi antara 1.200 juta dan 1.650 juta km. Saturnus adalah planet yang paling dempak diantara planet-planet yang lain. Planet saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin yang indah. Saturnus memiliki 9 satelit yaitu : Mimas, Enceladus, Thetys, Dione, Rhea, Titan, Hypherion, Lapetus dan phoebe.

7)      Uranus
Jarak rata-rata Uranus ke matahari  19,2 satuan astronomi atau 2880 juta km. Eksentrisitasnya orbit Uranus 0.047, periode rotasinya 10 jam 8 menit dan periode revolusinya 84 tahun. Planet ini ditemukan oleh F.William Herschel pada tahun 1981. Pada tahun 1977 ditemukan cincin melilit Uranus. Adapun system Uranus mempunyai lima satelit, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania dan Oberon.



8)      Neptunus
Planet ini merupakan kembaran dari Uranus. Jarak rata-rata Uranus-matahari adalah 30.07 satuan astronomi atau 4.510 juta km. Orbitnya hamper berbentuk lingkaran dan dengan eksentrisitasnya 0,009 dan periode revolusinya 164,8 tahun. Massa neptunus 17,3 kali massa bumi, diameternya 50.000 km. planet ini mempunyai dua satelit, yaitu Triton dan Nereid.



9)      Pluto
Planet ini ditemukan dari penelitian di observatorium Lowell oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1931. Orbit Pluto mempunyai eksentrisitas paling besar diantara planet-plnet dalam tata surya dengan eksentrisitas 0.249. Jarak rata-rata planet Pluto-matahari adalah 39,46 satuan astronomi atau 5.920 juta km. Periode revolusi Pluto adalah 248 tahun. Planet Pluto mempunyai satu satelit yaitu Charon. Tetapi masih diragukan Pluto sebagai planet, beberapa astronom percaya bahwapluto adalah sebuah satelit neptunus yang terlepas.[13]
Menurut dua orang pakar astronom yang meneliti tentang radius dan diameter planet yang mirip lidah menjulur di kedua sisinya dan membesar di bagian tengah. Sebaliknya, diameter terkecil dimiliki oleh planet Merkurius sekitar 3.000 mil.[14] Jupiter merupakan planet terbesar yang mempunyain 70% unsur planet. Sebagian besar penyusun udara di planet Jupiter ialah gas amonia.   

Benda-benda langit dalam Tata Surya
A.    Asteroida
      Astroida atau juga disebut planetoida diketemukan oleh Piazzi seorang Astronom dari Italia pada tahun 1801 melalui observasinya dengan teleskop menemukan benda langit yang berdiameter sekitar 900 km (Bulan berdiameter 3000 km) beredar mengelilingi matahari. Beberapa tahun kemudian ditemukan asteroida yang lain yang beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Jupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah diketahui lebih dari 2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbeasr bernama Ceres dengan diameter 750 km.[15] dan bila massa seluruh astroida dikumpulkan  jumlahnya tidak lebih dari 2% masa bulan.[16]

B.     Komet
      Komet juga sering dikenal dengan dengan nama bintang berekor. Meskipun demikian, komet bukan termasuk bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet ini juga beredar mengelilingi matahari, dan menerima energinya dari matahari, yang berarti juga bagian dari tata surya. Komet merupakan gas pijar seperti pada matahari atau bintang lain. Diameter komet termasuk selubung gasnya kurang lebih 100.000 km, sedangkan diameter inti yang berupa bungkah-bungkah batu berkisar antara 10 sampai 20 km.[17] Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedangkan lainnya berupa sinar ultraviolet akan terjadi eksitesi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.
      Disebabkan tekanan dari cahaya matahari, gas pendar ini akan terdorong menjauhi matahari dan terbentuknya ekor komet. Karena ekor komet selalu menjauhi matahari, maka jika komet mendekati matahari, ekornya akan berada di belakang dan di depan ketika menjauh dari matahari. Semakin dekat komet dengan matahari, maka semakin besar tekanan cahaya matahari dan dan semakin panjang pula ekor komet. Ekor komet biasanya terdiri  dari CO, CH2, NH2, serta OH. Gas labil ini merupakan hasil disosiasi dari CH4, NH3, dan H2O.
      Dibandingkan planet, komet mempunyai lintasan yang lebih lonjong dan tidak selalu terletak pada bidang ekliptika. Komet sebenarnya beredar secara periodic. Komet Kohoutek misalnya, yang mendekati bumi pada akhir tahun 1973, dan diperkirakan akan muncul kembali pada 4000 tahun mendatang. Komet Helley yang terlihat pada tahun 1910, telah muncul lagi pada tahun 1986 (Maret dan April).[18]
      Garis edarnya  mempunyai jarak yang dekat dan mempunyai jarak yang terjauh dari matahari. Jarak yang terdekat terletak antara Bumi dan Venus, sedangkan jarak terjauhnya lebih jauh dari orbit atau garis edar Neptunus.[19]

C.    Meteor
      Meteor merupakan  benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahaya sendiri. Jadi, seperti asteroida yang mungkin saja datang dari luar tata surya kita. Jika meteor beredar dekat bumi, maka akan terpengaruh oleh grafitasi bumi. Karena bergesekan dengan atmosfer bumi, maka meteor menjadi panas dan ada kemungkinan terbakar habis atau tidak terbakar habis sehingga sisanya jatuh ke bumi yang dikenal sebagai batuan meteorit. Meteor ini juga biasa dikenal dengan  sebutan bintang jatuh atau Bintang Beralih.[20]Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 kali 60 kali 60 km per jam.
      Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan tampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih.[21] Jadi, suatu meteor akan tampak jika emasuki atmosfer bumi. Dan akan hancur sebelum sampai ke permukaan bumi.
      Beberapa meteor besar pernah sampai di permukaan bumi dan disebut meteord. Meteorid yang massanya kurang lebih 10.000 ton pernah jatuh di permukaan bumi dan menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia. Meteorid mengandung besi dan nikel. Meteorid digolongkan menjadi 3 jenis :
a.       Meteorid besi nikel mengandung 90% besi dan 8% nikel.
b.      Meteorid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium.
c.       Meteor tektite mengangandung asam kersik 80%.

D.    Satelit
         Adalah merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet, dan secara bersama-sama mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Di samping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari barat ke timur, kecuali satelit dari planet Neptunus. Planet yang sudah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius, Venus dan mungkin juga Pluto.
           
Bulan adalah satu-satunya satelit dari planet Bumi. Kala rotasi Bulan adalah satu bulan, sama dengan kala revolusinya satu bulan. Jarak antara Bumi dengan Bulan kurang lebih 384.403 km dan merupakan benda langit yang paling dekat terhadap Bumi. Jika dibandingkan Bumi, Bulan mempunyai :
1.      Massa Bulan = 1/10 massa Bumi
2.      Diameter Bulan = ¼ diameter Bumi = 3000 km.
3.      Gravitasi Bulan = 1/6 gravitasi Bumi.

Permukaan Bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Bagian bulan yang gelap, halus dan datar disebut lembah Maria. Di permukaan Bulan tidak ada hawa, sehingga mengakibatkan :
1.      Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 110 derajat Celcius, sedangkan suhu derajat terendah -173 derajat Celcius.
2.      Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi.
3.      Langit tampak kelam, dan
4.      Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang.
Sedangkan satelit palapa, satelit B1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu, seperti komunikasi, intelegensi, riset, dan sebagainya.[22]

Penutup
Tak ada gading yang tak retak, demikian pula tulisan bebas ini tentunya masih banyak kekurangan yang perlu kami benahi. Oleh karena itu, kritik serta saran yang konstruktif dari  pembaca sangat kami harapkan untuk membenahi kesalahan yang kami lakukan sebagai kaca perbandingan agar kedepannya menjadi lebih baik. “manusia merupakan tempat salah dan lupa”, karena semua kebaikan datangnya dari Allah, maka kami meminta maaf khususnya kepada dosen pengampu, dan umumnya kepada para pembaca. Akhirnya, kami berharap makalah ini bermanfaat dunia-akhirat.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Jawisy, Muhammad Ismail. Maha Besar Allah Atas Semua Ciptaan-Nya. Banguntapan Jogjakarta : Gara Ilmu, 2009
DEA, Bayong Tjasyono HK. Ilmu Kebumian dan Antariksa, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2009 
Dyayadi.  Alam Semesta Bertawaf ,Yogyakarta : Lingkaran, 2008
Jasin, Maskoeri. Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: PT Raja Grafindo, 1989
Rahma, Putri Siti. Mengenal Ruang Angkasa. Bandung : PT Sinergi Pustaka Indonesia.
Purnama, Heri. Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rineka cipta, 2008.
Roosmini, Min. Ilmu Alamiah Dasar, IKIP semarang, 1989

Comentários:

Poskan Komentar

 
*DOKUMENTASI FALAK* © Copyright 2012 | Designed by Zaenury |